Friday, May 27, 2005

Bicara Sepi Sang Isteri

Sepuluh minit lagi
akan bermula esok hari
namun aku masih menanti
beginilah hampir setiap hari
apa yang hangat
sudah sejuk kembali
tertanya tanya diri sendiri
sampai bila harus begini
tak sampai satu jam sehari
dapat ku belai kekasih hati
selalu saja bercinta seorang diri
sementara kau mencari rezeki
beginikah hidup seorang isteri
hati yang penuh cinta tidak terperi
raja di hati sibuk sekali

Nasib tidurmu masih di sisi
nasib masih berjumpa setiap hari
kalaulah sebulan hanya sekali
hari-harilah rebas di pipi
hari-harilah patah di hati
inilah nasib hamba tekanan ekonomi
cari rezeki untuk anak dan isteri
serba ada tapi tak mencukupi
mari kita kaji
betul ke ni?

9 Comments:

Blogger Kak Teh said...

nasib dia balik lagi,
nasib dia pulang makan tengahhari,
ada orang yang terus menanti,
namun tak bisa kembali...
jadi??

9:15 PM  
Blogger faux diamante said...

tepuk dada nasib sendiri
ada orang lagilah sepi
reti?

9:16 PM  
Blogger Kak Teh said...

menanti,
terus menanti,
ditemani sepi,setiap hari gini..
jadi, kita ni,
yang masih ditemani,
masih didakapi,
masih di sisi,
walau sekejap setiap hari..
syukurlah isteri

9:23 PM  
Blogger faux diamante said...

memang dicuba mensyukuri
nikmat yang ada setiap hari
rasa begini hadir sesekali
lagi-lagi bila menyendiri
yang sedikit pun boleh jadi badi
buat ratapan jiwa yang sepi
bila berjauhan dengan buah hati

9:29 PM  
Blogger Mohariz Yaakup said...

Tapi dia tetap di hati walau badai mendatang..Gerimis sedikit usah dirisau

2:12 AM  
Blogger Jade said...

sudah ada tapi menanti
mesti saja disyukuri
daripada asyik menanti
entah bila akan berhenti
hingga bila masih menanti
hingga bila masih sendiri...

6:56 PM  
Blogger AuntyN said...

Walau sejam dalam sehari,
Masih ku syukur pada Ilahi,
Kerana masih ada wajah dapat ku tatapi,
Jika perginya tiada kembali,
Pasti kusunyi menanti bila aku juga di panggil pergi.

10:54 PM  
Blogger faux diamante said...

karung guni mengutip botol
anda semua betul!!!

7:34 AM  
Blogger gurisanintaglio said...

bagaimana jika tiada lagi
dimana hendak dicari
penenang jiwa pelembut hati
menyentuh tubuh segenap isi
tidak disentuh dan masih suci
dia pergi setiap hari
dalam panas dan hujan gerimis
sedang kau dicekik mimpi

1:46 AM  

Post a Comment

<< Home