Sunday, November 22, 2009

Di Sudut Yang Terlepas Pandang

...

Di sudut yang terlepas pandang
ada hati sedang menanti
mengharap dan bermimpi
agar di suatu hari nanti
hadirnya disedari

Di sudut yang terlepas pandang
ada cinta sedang menunggu
dengan sejuta rasa pilu
tatkala kasihnya pergi berlalu
tanpa menjenguk dia di situ

Di sudut yang terlepas pandang
dia menangis tidak berhenti
luluh hancur, harapannya mati
cintanya punah di penghujung hari

lalu dia keluar dari sudut yang gelap
lantas berlari ke bawah mentari
membawa cintanya yang masih berbaki
lusuh pudar dan tidak berseri

lantas dia menoleh
ke sudut gelap terlepas pandang
dimana dia pernah sembunyikan perasaan
dimana dia pernah catatkan sebuah pengharapan
lalu dia berkata:

"aku habiskan banyak waktu
menunggumu di situ
sedang
Tuhan telah siapkan cahaya
untuk aku melihat segala"

~Po.

Wednesday, November 18, 2009

Ketika aku sesat di muka buku

...

Ketika aku sesat di muka buku
Teman-teman dulu datang bertamu
Bercerita kisah dulu-dulu
Sama-sama membesar bersama waktu

Ketika aku sesat di muka buku
Aku lupa pada kata berseni
madah, syair dan puisi

Di paparan muka buku
aku menjadi sesat
ralit mengolah ayat
ralit melihat yang tersurat
ralit menyingkap yang tersirat

Ketika aku sesat di muka buku
aku teringatkan kamu
lalu aku kembali
dan aku catatkan sesuatu

Masihkah kau ingat padaku?

~Po.

Saturday, August 29, 2009

Bukan Untukmu

Sedang aku merenung wajahmu
di kalau engkau dibuai tidur

Adakah mungkin dirimu bukan buatku
untuk dipuja dan yang memuja aku

Tidurmu bukan milikku
seperti mana hidupku

Sebenarnya bukan untukmu.

Sunday, August 23, 2009

maghfirah

...

betapa aku benar-benar berdoa

~po

Thursday, April 30, 2009

Kata Puisi

...

kadang-kadang
aku menjadi terlalu kepingin
menulis puisi
dengan bahasa semilir bak angin

kadang-kadang
aku tanamkan keinginan
lalu kata-kata puisi itu
hilang disebalik awan.

Wednesday, February 18, 2009

Datang Empatbelas Februari

...

Datang empatbelas Februari
kau telanjangkan iman

Datang empatbelas Februari
kau bogelkan kepercayaan

Demi

Apa yang kau katakan sebagai cinta.

~Po.

Friday, February 13, 2009

Burung, Batu dan Air.



Acukan jari-jemari
Kalau kau bangsa yang berani

Adakalanya
Burung menang menghirup air
Adakalanya
Batu menang menghempap burung
Adakalanya
Air menang menenggelamkan batu

Adakalanya
Hidup ini bagaikan satu pusingan
Menang dan kalah
Yang saling berubah

Batu, air dan burung
Adalah nasib dan untung
yang menang disanjung
yang kalah berkabung

O som
Aku burung
Dan kau air

Aku untung
Dan kau cair

Dan arah hidup berubah lagi
Mengikut arca tangan kita sendiri.

…dan Tuhan tidak akan mengubah nasib sesuatu bangsa itu
melainkan bangsa itu sendiri yang mengubahnya.



~Po.