Saturday, June 04, 2005

Bicara Sepi Sekeping Hati

Hati wanita ini tersentuh lagi
Bicaramu menyelar kalbu
Tidakkah kau mengerti aku rindu?
Tidakkah kau tahu aku pilu?
Hati wanita ini menangis lagi
Sepi sendiri tiada berteman
Berkali-kali aku titipkan
Puisi rindu ungkapan syahdu
Tapi kau
Seperti mendengar omong kosong
Jeritan batinku seperti cengkerik
Membingit telingamu

Aku berdiri di sini!
Di hadapanmu agar kau sedar
Aku masih menanti
Aku berdiri di sini!
Di belakangmu agar kau tahu
Aku masih menyokongmu
Aku berdiri di sini!
Di sisimu agar kau yakin
Aku selalu menyayangimu

Aku masih menanti
Untuk kau berpaling
Menganggukkan kepalamu
Menghulurkan tanganmu
Lantas memelukku
Agar dapat kurasakan
Hangat kasihmu kembali

Aku tidak meminta belasmu
Kerana aku menyayangi hanya dirimu
Bila kau berupaya
Menyayangi selain aku
Aku tidak meminta bibit simpatimu
Kerana aku sanggup keseorangan
Bila kau di sana
Ketawa riang tanpa diriku
Aku hanya ingin kasih sayangmu
Dan kesedaranmu
Dan untuk kau kembali padaku

Hati wanita ini halus
Walau luar nampak gagah ala srikandi
Hati wanita ini tulus
Bisa terpalit, tercalit garis sepi
Jauh di sudut hati
Aku tahu kau tidak akan kembali
Satu hari nanti

Ini bicara sepi sekeping hati

2 Comments:

Blogger ummi said...

assalamu'alaikum d'kampo,
sayu ummi baca puisi po...bertuah isteri po dapat lelaki yang penyayang & sensitif macam po.
p/s thanks for visiting my blog & your kind words
- ummi -

10:57 PM  
Blogger d'arkampo said...

ummi,

Silap Blog nih...

2:16 AM  

Post a Comment

<< Home